Sekarang ini, ia menuturkan, kondisi ketenagakerjaan di Jabar tahun 2023,
Angkatan kerja naik 7.46 juta/5.30 %, sementara
jumlah pekerja 140 juta naik sebanyak 8.8 JT/06.710%. Namun ternyata kenaikan angkatan kerja tersebut dibarengi dengan jumlah PHK.
Untuk di Jawa Barat merupakan angka tertinggi diantara 9 (sembilan) Provinsi di Indonesia, yakni 125.748 orang dan kemungkinan angka itu di tahun 2024 ini akan bertambah. Faktanya banyak perusahaan di Kabupaten Bandung banyak yang tutup pabrik, efesiensi tenaga kerja, pekerja dirumahkan dan sebagainya.
Penyebabnya, ia memprediksikan, adalah dampak dari perdagangan dan masalah ekonomi global. Contohnya import barang murah itu menjadi ancaman bagi industri Tekstil, garmen /TPT di Indonesia serta penyebab yang lainnnya yang berdampak pada kerugian industri.











