Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa kedewasaan suatu bangsa tidak diukur dari kemegahan perayaannya, melainkan dari sejauh mana kesejahteraan itu terbagi. Max Weber mengingatkan kita bahwa “Die Stabilität einer Gesellschaft bemisst sich nicht an ihren Symbolen, sondern an der gerechten Verteilung ihrer Ressourcen”—stabilitas suatu masyarakat tidak diukur dari simbol-simbolnya, melainkan dari distribusi sumber dayanya yang adil (Wirtschaft und Gesellschaft, Tübingen: J.C.B. Mohr, 1922, 154).
Angka 81 pada momen kemerdekaan tahun ini seyogianya tidak berhenti sebagai penanda visual di ruang publik. Slogan Berdaulat, Adil, dan Makmur perlu terus ditagih wujudnya dalam bentuk kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat luas—agar makna kemerdekaan dapat dirasakan sama hangatnya oleh seluruh lapisan bangsa.***













