Informasi ini saya peroleh dari pemberitaan tentang kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, pada Minggu (22/6/2025).
Singkat kata, tampak jelas bahwa, Gubernur Pramono berharap, perubahan ini menjadi bagian dari reformasi besar terhadap manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Rebranding ini juga merupakan tahap awal dari persiapan Bank Jakarta untuk melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2026.
Dalam kontekks ini, saya meyakini bahwa, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil kebijakan rebranding Bank DKI sebagai respons terhadap gangguan layanan yang terjadi pada malam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah dan beberapa hari setelahnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, Pramono menggagas rebranding Bank DKI dan menyebut dua opsi nama baru: Bank Jakarta atau Bank Global.












