Atas munculnya gagasan rebranding Bank DKI tersebut, dalam hati saya berkata, “Masyarakat Jakarta patut bersyukur memiliki Gubernur dan pemimpin yang memahami konsep manajemen krisis dan ekuitas merek.”
Artinya, gagasan rebranding mungkin dapat dimaknai sebagai langkah cepat dan cerdas yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memulihkan kepercayaan publik. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah menonaktifkan Direktur IT Bank DKI pada saat itu. Keputusan ini diambil karena insiden serupa telah terjadi berulang kali dan kasus ini merupakan yang ketiga kalinya. Terlebih lagi, persoalan tersebut mencakup dugaan kebocoran data dan dana, yang tergolong sangat serius.
Menurut pandangan saya, gangguan sistem yang terjadi pada malam takbiran dan beberapa hari setelahnya dan lainnya kemungkinan besar dianggap sebagai persoalan yang sangat serius oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Oleh karena itu, besar kemungkinan Gubernur Pramono merasa perlu segera mengambil langkah cepat dan tegas, termasuk dengan menggagas rebranding Bank DKI sebagai bagian dari solusi menyeluruh atas permasalahan tersebut.











