Pertanyaanya bagaiman cara-cara pandang dalam mempersepsikan purna bakti (pensiun)? Hornstein dan Warner (dalam Rybash dkk.1991) memandang bahwa ada cara-cara pandang yang berbeda dalam mempersepsikan pensiun (purna bakti) antara lain:
Pertama; Masa Transisi. Transisi menuju usia tua sehingga purna bakti dianggap sebagai masa untuk melepaskan segala aktivi tas dan kegiatan-kegiatan yang selama
ini digelutinya.
Kedua; Permulaan yang baru. Masa purna bakti dianggap sebagai masa kesempatan untuk mengubah kehidupan dan melaku kan kegiatan terutama cita-cita atau hobbi yang selama ini belum pernah atau belum sempat dilakukan.
Ketiga; Karir lanjutan. Masa puma bakat sebagai kelanjutan dari masa-masa aktif bekerja sehingga tidak ada perbedaan antara kegiatan sebetum dan sesudah puma bakti. Dalam hat ini, biasanya mereka akan mencan pekerjaan di tempat yang lain.













