Menurut Letkol Czi Yudo Aji Susanto, upaya pelepasliaran Tukik menjadi simbol perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan laut. “Pelepasliaran ini tidak hanya sekadar sebuah acara seremonial, tetapi juga merupakan komitmen nyata dalam menjaga populasi penyu dan memastikan kelangsungan hidupnya di habitat alaminya,” ujarnya.
Pihak konservasi penyu di Pantai Kili-kili Kecamatan Panggul telah berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk pertumbuhan Tukik. Melalui upaya-upaya ini, mereka tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati laut, tetapi juga turut berkontribusi dalam preservasi ekosistem pantai.
“Keberhasilan pelepasliaran ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, instansi terkait, dan tentu saja, tim konservasi penyu. Mari kita jaga bersama-sama kelestarian lingkungan ini untuk generasi mendatang,” sambung AKBP Gathut Bowo Supriyono, Kapolres Trenggalek.













