Tentu, kewaspadaan publik terhadap potensi konflik kepentingan tetap relevan. Namun, pengawasan bukanlah alasan untuk menolak sinergi. Justru dengan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten, rangkap jabatan ini dapat menjadi model kepemimpinan kolaboratif yang mempercepat reformasi olahraga nasional.
Kita sepakat dulu bahwa, fokus utama bukan pada jabatan ganda itu sendiri, melainkan pada hasil dan dampak kebijakan yang dihasilkan. Selama kepemimpinan Erick Thohir mampu menghadirkan prestasi, memperbaiki sistem, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia olahraga, maka rangkap jabatan tersebut layak dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan persoalan. ***













