Erick membawa modal kepemimpinan yang kuat: pengalaman manajerial, jejaring internasional, serta reputasi profesional. Di PSSI, ia mendorong reformasi tata kelola, transparansi, dan modernisasi kompetisi. Di Kementerian Pemuda dan Olahraga, ia memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa agenda pembinaan olahraga nasional berjalan searah dengan kebutuhan organisasi olahraga, termasuk sepak bola sebagai olahraga rakyat.
Lebih jauh, dunia internasional melalui FIFA juga telah menunjukkan kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Ini menjadi sinyal positif bahwa, Indonesia tidak lagi dipandang sebagai federasi yang bermasalah, tetapi sebagai mitra yang serius membangun sepak bola secara profesional. Kepercayaan global ini merupakan aset penting bagi diplomasi olahraga Indonesia.













