Setiap tahun, ribuan usaha kecil lahir selama bulan puasa. Sebagian memang berhenti setelah Idulfitri. Namun, tidak sedikit yang berlanjut dan berkembang menjadi usaha permanen. Ada beberapa pola transformasi yang sering terjadi:
- Dari musiman menjadi rutin. Usaha kolak atau kue kering berkembang menjadi katering kecil, warung harian, atau bisnis online.
- Terbentuknya jaringan sosial ekonomi. Tetangga, majelis taklim, dan komunitas masjid menjadi jejaring distribusi dan promosi.
- Digitalisasi spontan. Pemanfaatan WhatsApp, media sosial, hingga pembayaran digital meningkat signifikan selama Ramadhan.
Dengan kata lain, Ramadhan berfungsi sebagai inkubator kewirausahaan perempuan berbasis rumah tangga. Potensi ini seharusnya tidak dibiarkan berjalan tanpa arah. Dibutuhkan strategi agar inkubasi alami tersebut naik kelas.
Page 5 of 10













