Nilai Spiritual sebagai Keunggulan Kompetitif
Ekonomi perempuan di bulan Ramadhan memiliki karakter yang tidak sepenuhnya ditemukan dalam logika pasar konvensional. Ada nilai yang menyertainya. Kejujuran dalam takaran dan kualitas dijaga karena kesadaran spiritual. Harga sering disesuaikan agar tetap terjangkau. Tidak jarang pedagang memberikan tambahan atau berbagi kepada pembeli yang membutuhkan. Nilai spiritual tersebut menjadi diferensiasi sekaligus keunggulan kompetitif. Konsumen merasakan kehangatan, bukan sekadar transaksi. Ekonomi yang tumbuh dari kesadaran ibadah melahirkan kepercayaan. Kepercayaan adalah aset tak berwujud ( intangible asset) yang sangat mahal dalam dunia bisnis. Hadirnya Ramadhan dapat memperkuat fondasi tersebut.













