Meskipun potensinya besar, ekonomi Perempuan di bulan Ramadhan menghadapi beberapa hambatan mendasar. Pertama, akses modal yang terbatas. Sebagian masih mengandalkan pinjaman informal dengan bunga tinggi, yang justru menggerus keuntungan. Kedua, minimnya pendampingan manajerial. Pengetahuan tentang pencatatan keuangan, pengemasan, legalitas produk, dan strategi pemasaran masih rendah. Ketiga, kerentanan ruang usaha. Penertiban tanpa solusi alternatif dapat memutus sumber penghasilan. Keempat, beban ganda.
Perempuan tetap memikul tanggung jawab domestik sekaligus aktivitas ekonomi. Jika tidak ditangani, energi produktif Ramadhan hanya akan berulang sebagai siklus tahunan tanpa transformasi struktural.
Strategi Penguatan Ekonomi Perempuan di Bulan Ramadhan













