BANDA ACEH || Bedanews.com – Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh menggelar pelatihan jurnalistik bertema “Penguatan Kapasitas Jurnalistik dalam Menghadapi Tantangan Informasi Digital” di Aula BPSDM Aceh, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 25 peserta dari kalangan wartawan dan mahasiswa.
Pelatihan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh, T. Robby Irza, yang membacakan sambutan Gubernur Aceh.
Ketua Panitia, Teuku Musliadi, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) jurnalis yang bergabung dalam PSI Aceh. Pelatihan ini juga menjadi kegiatan perdana sejak terbentuknya kepengurusan organisasi tersebut.
Ketua PSI Aceh, Tgk Anwar Rabo, menegaskan organisasinya bertekad terus meningkatkan kompetensi anggota melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.
“Melalui organisasi ini, kami akan terus bergerak untuk meningkatkan SDM kewartawanan di Aceh,” kata Anwar.
Sementara itu, Pembina PSI Aceh, Muktarrudin Usman, mengatakan, dirinya akan terus mendorong dan membimbing anggota agar berkontribusi positif melalui pers siber.
“Sebagai pembina, saya akan terus mendorong dan membimbing anggota PSI Aceh agar terus berbuat kebaikan di bidang pers siber,” ujar Muktarrudin.
Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Sekretaris PWI Aceh, Muhammad Zairin, S.H, Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, praktisi hukum Muhammad Zubir, S.H, M.H, dari MZ Lawfirm, serta Ketua Baitul Mal Aceh Tgk M. Yunus.
Materi yang disampaikan diharapkan memperluas pemahaman peserta mengenai dasar-dasar jurnalistik, profesionalisme wartawan, aspek hukum pemberitaan, dan tanggung jawab pers kepada masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan akurasi dan keberimbangan informasi. Verifikasi fakta dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kompetensi anggota semakin meningkat sehingga mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, menjaga integritas, serta menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” kata Tgk Anwar Rabo. (Red).













