DEMAK || Bedanews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan H. Mu’thi Kholil, SH, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak sekaligus Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Demak dari Fraksi Gerindra melalui video yang dikirim ke wartawan, Selasa (23/6).
Menurutnya, selain dinilai mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Di Kabupaten Demak, dukungan terhadap program tersebut datang dari berbagai kalangan, termasuk para Ibu rumah tangga yang selama ini menjadi bagian dari masyarakat penerima manfaat. Banyak di antara mereka menilai, program MBG telah membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga.
Ia menilai, MBG merupakan salah satu program yang memiliki dampak multidimensi. Tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Sejak dijalankan, program tersebut telah melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tenaga pengolah makanan, pemasok bahan pangan, petani, peternak, hingga pelaku usaha mikro yang menjadi bagian dari rantai distribusi kebutuhan program.
“Insya Allah saya melihat Program Makan Bergizi Gratis ini sangat bagus dan sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam proses penyelenggaraannya,” ujarnya.
Mu’thi Kholil berkeyakinan, kehadiran program tersebut telah membuka peluang kerja baru di berbagai daerah. Banyak masyarakat yang kini memperoleh tambahan penghasilan melalui keterlibatan mereka dalam operasional dapur MBG maupun penyediaan kebutuhan bahan baku.
Selain itu, perputaran ekonomi lokal juga semakin hidup karena kebutuhan pangan dalam jumlah besar mendorong meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi di tingkat masyarakat.
“Program ini memberikan efek berantai yang sangat positif. Ada penyerapan tenaga kerja, ada peningkatan aktivitas ekonomi, ada peluang usaha baru yang tumbuh. Karena itu saya termasuk yang mendukung penuh keberlanjutan program ini,” tegasnya.
*Usulkan Libur Sementara Saat Sekolah Libur, demi Efisiensi dan Peningkatan Layanan*
Menanggapi perkembangan pelaksanaan program tersebut, H. Mu’thi Kholil, SH, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan MBG selama masa liburan sekolah.
Menurutnya, secara substansi Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat baik dan perlu terus didukung. Namun, untuk masa libur sekolah, ia berpandangan bahwa, pelaksanaannya dapat dihentikan sementara dan kembali berjalan normal ketika kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
Pandangan tersebut disampaikan Mu’thi Kholil sebagai bentuk masukan konstruktif agar program yang telah berjalan dapat semakin efektif dan berkualitas ke depannya.
“Beberapa waktu lalu ada teman-teman yang bertanya kepada saya mengenai bagaimana pandangan saya terkait Program Makan Bergizi Gratis selama masa liburan sekolah. Secara pribadi saya berpandangan bahwa selama sekolah libur, program MBG juga sebaiknya ikut diliburkan sementara,” ujar Mu’thi Kholil.
Ia menjelaskan bahwa, terdapat sejumlah alasan rasional yang mendasari usulan tersebut. Salah satunya adalah aspek efisiensi penggunaan anggaran negara yang selama ini dialokasikan untuk mendukung keberlangsungan program.
Menurutnya, penghentian sementara selama masa libur sekolah akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran tanpa mengurangi tujuan utama program secara keseluruhan.
“Kalau selama libur sekolah program ini dihentikan sementara, tentu ada manfaat yang bisa diperoleh. Yang pertama adalah efisiensi anggaran. Kita tahu program ini membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar sehingga momentum libur sekolah bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengaturan yang lebih efektif,” katanya.
Selain faktor efisiensi, Mu’thi Kholil juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang digunakan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Selama ini, dapur-dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ujung tombak dalam penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Menurutnya, masa libur sekolah dapat dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi, perawatan, maupun perbaikan fasilitas yang ada.
“Keuntungan kedua adalah memberikan kesempatan kepada dapur MBG atau SPPG untuk melakukan pembenahan. Jika ada fasilitas yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, atau disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan, maka masa liburan sekolah menjadi waktu yang ideal untuk melakukan hal tersebut tanpa mengganggu jalannya program,” jelasnya.
Lebih jauh, Ketua Komisi D DPRD Demak tersebut menegaskan bahwa, usulan penghentian sementara selama liburan sekolah tidak boleh dimaknai sebagai bentuk penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, usulan tersebut justru bertujuan agar pelaksanaan program semakin baik dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Mu’thi Kholil berharap, setelah masa libur sekolah berakhir, Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dengan lebih baik. Evaluasi yang dilakukan selama masa jeda diharapkan mampu menghasilkan berbagai perbaikan, baik dari sisi kualitas menu, pelayanan, maupun pengelolaan program secara keseluruhan.
Dengan demikian, tujuan besar program untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas dapat tercapai secara maksimal.
“Kita berharap setelah sekolah kembali masuk, Program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan seperti semula dengan kualitas yang semakin baik. Menu yang diberikan semakin beragam, pelayanan semakin optimal dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
Dukungan yang disampaikan Mu’thi Kholil tersebut mencerminkan harapan agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan secara berkelanjutan, tetapi juga terus mengalami penyempurnaan.
Dengan evaluasi yang tepat dan pengelolaan yang baik, program ini diyakini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah. (Red).













