Dalam sambutannya, Nuroji menegaskan bahwa program MBG dijalankan secara profesional dan memenuhi standar keamanan pangan. Ia juga menepis berbagai isu negatif yang beredar di masyarakat mengenai keamanan makanan yang disajikan dalam program tersebut.
“Banyak isu yang menyebar di media mengenai program ini menakutkan, terutama soal keracunan. InsyaAllah program ini aman, karena setiap dapur memiliki ahli gizi dan telah sesuai standar BPOM. Dinas Kesehatan juga rutin melakukan inspeksi agar makanan yang diberikan aman dan higienis,” ujar Nuroji.
Sementara itu, Teguh Suparngadi menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan gratis, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk mendukung Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas gizi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.












