Salah satu warga binaan yang terlibat dalam program ini menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya senang sekali karena mendapatkan pengetahuan di bidang pertanian, saya banyak belajar. Saya jadinya punya rencana untuk bertani setelah bebas dari lapas,” ucapnya dengan senyum bahagia.
Ia juga mengaku mendapat premi dari hasil kerjanya di ladang.
Warga binaan yang terlibat dalam program ini adalah mereka yang telah memasuki tahap asimilasi dan dinyatakan layak oleh tim pengamat pemasyarakatan (TPP). Saat ini, terdapat sekitar 200 warga binaan yang aktif bekerja di sektor ketahanan pangan Nusakambangan.
Pulau Nusakambangan juga membangun berbagai fasilitas pendukung seperti Fly Ash and Bottom Ash (FABA), Balai Latihan Kerja (BLK), serta infrastruktur jalan sepanjang 11 km.












