KAB. BANDUNG || bedanews.com — Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, saat Sidang Paripurna dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten ke 385 tahun, Senin 20 Aprik 2026, menyampaikan kearifan lokal Sunda tentang menjaga alam, yaitu: “Gunung kaian, gawir awian, cinyusu rumateun, sempalan kebonan, pasir talunan, lebak caian/sawahan” ((gunung ditanami pohon, tebing ditanami bambu, mata air dirawat, lahan terbuka dijadikan kebun, bukit digarap, dan lembah dijadikan sawah atau pengairan).
Tentu saja untuk merealisasikannya, ungkap legislator senior PKB itu, ditentukan oleh bentuk relasi relasi vertikal dalam tiga bagian yaitu:
1. Relasi vertikal hubungan Manusia dengan Allah SWT.
2. Relasi horizontal hubungan antar manusia.
3. Relasi hubungan manusia dengan alam.
Dari ketiga relasi tersebut dalam aspek psikologis berkaitan erat dengan filosofi Sunda Silih Asah Silih Asuh Silih Asih.
Dengan orientasi agar bisa “Ngaruwat Lembur Ngamumule Zaman” konsep budaya Sunda untuk merawat kampung/wilayah dari malapetaka sekaligus melestarikan tradisi di tengah perkembangan zaman. Ini bertujuan menjaga keseimbangan alam, mempererat gotong royong.
Untuk itu, ia menyebutkan, agar kabupaten Bandung mendapatkan anugerah yang jauh lebih besar maka dari itu sejalan dengan pemikiran Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, bahwa pada saat berulang tahun biasanya meniup lilin hingga mati cahayanya. Tetapi seharusnya membiarkan tetap menyala bahkan menyalakan lilin semakin banyak agar cahaya yang terpancar membuat semakin terang hidup kita.
“Oleh karena itu pada kesempatan peringatan Hari Jadi ini saya sengaja mengajak semua yang hadir disini untuk menjadi pembawa cahaya penerang bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung yang kita cinta sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing,” katanya.
Kemudian ia memaparkan akan kewajiban untuk “Nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nganteur kanu sieun, nyaangan kanu poekeun,” (menolong orang yang butuh, membantu yang kesusahan, menemani yang ketakutan, dan memberi penerangan/petunjuk bagi yang tersesat atau kebingungan). “Itu bisa menjadi dasar bagi kita semua untuk mrmbina keharmomisan antara manusia. Jadi Kabupaten Bandung harus maju masyarakatnya harus Sejahtera tetapi alam dan budayanya harus tetap terpelihara,” ujarnya.
Di kesempatan itu pula Ketua DPRD Renie akan menyerahkan sebuah buku dengan judul Jejak Parlemen Catatan Tahun Pertama DPRD kabupaten periode 2024-2029. Buku tersebut akan diberikan langsung kepada Bapak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi dan bapak Bupati Bandung HM. Dadang Suoriatna sebagai buah tangan di hari ulang tahun Kabupaten Bandung ke 385 tahun.***













