Prof. Zudan sebelumnya juga menekankan bahwa, pengelolaan ASN ke depan harus berbasis manajemen talenta yang objektif dan terintegrasi. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan dalam CACT ini, menurutnya, dirancang untuk mengukur aspek potensi, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural secara sistematis.
Hasil pemetaan potensi dan kompetensi ASN, tambah Prof. Zudan, akan membantu instansi memahami karakteristik pegawai secara lebih komprehensif. Hal ini akan bermanfaat bagi instansi karena pengembangan kompetensi dapat disusun secara tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
Prof. Zudan juga memastikan bahwa, pelaksanaan CACT dilakukan dengan standar yang sama di seluruh titik lokasi guna menjaga validitas dan reliabilitas hasil. Ia menegaskan bahwa, pemetaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi sehingga berdampak pada Asta Cita Presiden dan visi-misi kepala daerah.













