Ia pun mendorong agar seluruh fakultas dan program studi di perguruan tinggi Islam, tidak hanya Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, menjadikan filsafat sebagai bangunan kurikulum, bukan sekadar mata kuliah tempelan.
“Selama filsafat hanya ditempatkan sebagai mata kuliah 2 SKS yang terpinggirkan, jangan berharap pendidikan Islam kita akan melahirkan Al-Ghazali baru,” pungkasnya.***( Harry Raspati)
Page 4 of 4













