“Kini setelah setengah abad pesantren sudah berkemajuan sangat luar biasa. Mobilitas vertikal masyarakat pesantren berjalan sangat pesat. Kelas menengah di pesantren meningkat luar biasa, kaum intelektual tumbuh cepat di pesantren dan banyak doktor dan guru besar tumbuh dari lingkungan pesantren,” katanya.
Namun perubahan tersebut, menurutnya, belum sepenuhnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat pesantren. Masih terdapat kelompok yang tertinggal dan menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi. Karena itu, modernisasi pesantren dinilai tetap relevan, tetapi tidak boleh menggunakan pendekatan lama.
Agenda berikutnya harus diarahkan untuk membawa pesantren dari sekadar lembaga pendidikan menjadi pusat penggerak perubahan masyarakat.













