Relasi negara dan NU harus dibangun di atas fondasi yang setara. Saling membutuhkan, tetapi saling menjaga jarak. Dekat untuk memberi nasihat, tetapi cukup jauh untuk tetap objektif. Itulah kemitraan yang sehat. Bukan hubungan tuan dan budak.
*Penutup*
Kita semua sedang menyaksikan babak baru sejarah NU. Muktamar ke-35 sudah di depan mata, 1 hingga 5 Agustus 2026. Pilihan ada di tangan para kiai, pengurus, dan warga NU.
Saya berpesan, atas pengalaman saya sebagai prajurit dan sebagai warga NU: jangan jual kemandirian hanya karena gemerlap istana. Jangan tukar kehormatan hanya karena jabatan.
Presiden membutuhkan NU, itu benar. Tetapi ingatlah selalu: NU tidak boleh dimiliki oleh siapa pun. NU milik rakyat. NU milik pesantren. NU milik sejarah panjang perjuangan bangsa ini. Dan ketika NU kuat, Indonesia kuat. Ketika NU merdeka, demokrasi kita bernyawa.













