Senada, praktisi spiritual Ki Dadigaro juga menilai, potensi konflik bisa muncul dalam waktu dekat. Ia berharap, aparat keamanan dapat mengambil langkah antisipatif agar gejolak tidak berkembang menjadi kerusuhan yang merugikan rakyat. “Kesiapsiagaan aparat adalah kunci untuk mencegah pecahnya konflik,” tegasnya.
Menurut Ki Dadigaro, konflik bukan hanya dipicu faktor politik atau ekonomi, melainkan juga kondisi batin masyarakat yang terpapar energi negatif. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi, menjaga ketenangan, serta memperkuat spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua praktisi spiritual ini menekankan bahwa, persatuan dan kesadaran kolektif menjadi benteng utama bangsa. Dengan meneladani kearifan budaya leluhur seperti di Gunung Padang, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga keharmonisan antara manusia, alam dan spiritualitas. (Red).













