Keenam. Polarisasi Politik dan Identitas
Perbedaan politik, agama, suku, dan pandangan merupakan kenyataan dalam demokrasi. Namun, ketika perbedaan dipelihara menjadi permusuhan, demokrasi kehilangan substansinya. Pengalaman 1965 mengingatkan kita tentang bahaya pertentangan yang berkembang menjadi upaya saling meniadakan.
Ketujuh. Perang Informasi dan Disintegrasi Digital
Ancaman masa kini tidak selalu hadir dalam bentuk senjata. Disinformasi, propaganda, manipulasi opini, dan operasi pengaruh dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara. Perang informasi dapat melemahkan bangsa tanpa harus melepaskan satu peluru pun. Karena itu, ketahanan digital harus menjadi bagian dari pertahanan nasional.
Kedelapan. Melemahnya Soliditas Institusi Negara













