Akar masalah dari polemik ini kemungkinan besar berawal dari sikap Presiden Jokowi sendiri yang ketika itu tampaknya meremehkan isu dugaan ijazah palsu. Tuduhan yang datang dari masyarakat mungkin dianggap sebagai suara-suara pinggiran, tidak kredibel, dan boleh jadi dianggap berasal dari orang-orang yang hanya mencari panggung popularitas.
Mungkin Jokowi menilai, sebagai Presiden, ia tidak perlu merespons tuduhan yang menurutnya tidak berdasar dan berasal dari orang-orang yang tidak selevel dengannya. Sayangnya, mungkin dengan sikap ini justru menjadi pemicu utama kenapa polemik ini tidak pernah reda.
Isu dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi pertama kali muncul pada tahun 2019, melalui unggahan Umar Kholid Harahap di media sosial, yang menuding bahwa ijazah SMA Negeri 6 Solo milik Jokowi adalah palsu. Pihak kepolisian menyatakan bahwa unggahan tersebut adalah hoaks, dan menangkap Umar Kholid, namun isu terkait masalah ini tidak berhenti.













