Kota Tasikmalaya, Bedanews.com – Rotasi dan mutasi pejabat eselon III dan IV dilingkungan pemerintahan kota Tasikmalaya kental akan nuansa kepentingan dan cenderung mengarah ke pengamanan jaringan kekuasaan.
Pengurus PC PMII Kota Tasikmalaya Ardiana menyebut, hari ini bisa dilihat anekdot alias lelucon dari keputusan wali kota tentang pengangkatan jabatan administrator dan jabatan pengawas yang diantaranya tidak mengedepankan bassic kompetensi dan keilmuan.
“Seolah-olah asal melakukan pemetaan dan asal merotasi seenak jidat saja,” ngkap Ardiana, Sabtu (05/03/2022).
Ia mengambil satu contoh, seperti pejabat yang bergelar S.T ditempatkan di RSUD dr. Soekardjo yang menempati posisi Wadirum pada UPTD khusus, yang mana ini sangat jauh dari kata ideal karena bukan disiplin ilmu/corenya.













