Astria mengemukakan, selain itu ada beberapa item yang bisa menjadi motivasi, yaitu:
I. Arah Kebijakan Perusahaan.
Dari hasil analisis kondisi perusahaan dan strategi yang terpilih, maka dibuatlah arah kebijakan perusahaan yaitu:
a. Mempertahankan Kinerja Baik (Kepmendagri 47/1999) dan Sehat (PUPR).
b. Meningkatkan Cakupan Pelayanan dan Pemasaran.
c. Meningkatkan Pelayanan 4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas Keterjangkauan) dan Pemasaran.
d. Meningkatkan Hubungan Baik dengan Stakeholder dan Kerjasama Antar Daerah.
e. Kerja sama Investasi dengan Badan Usaha.
f. Meningkatkan Kompetensi SDM Sesuai SKKNI.
g. Menjalankan Proses Bisnis yang Kreatif dan Inovatif.
h. Meningkatkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
II. Program Kerja s.d Tahun 2024.
Arah kebijakan perusahaan selanjutnya diturunkan menjadi sasaran fungsional tiap-tiap bidang kerja/unit kegiatan yang terbagi menjadi 6 bidang, dengan fokus program kerja, yaitu sebagai berikut:
a. Peningkatan cakupan wilayah pelayanan.
b. Penambahan penyerapan jumlah sambungan rumah (Unit) menjadi 120.024 pelanggan.
c. Penambahan penyerapan aplikasi Tiraqu dalam upaya memberi kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi dan layanan pengaduan, pembayaran rekening air, permohonan pasang sambung baru.
III. Antisipasi potensi kekeringan dampak dan pengaruh ke persediaan air ke pelanggan
Fenomena alam yakni El Nino, untuk itu ia menjelaskan, ada baiknya melakukan persiapan dan juga menambah informasi terkait fenomena iklim El Nino. El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di samudera pasifik bagian tengah.
“Pemanasan ini bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Dapat disimpulkan jika El Nino memicu terjadinya kekeringan untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan,” ujarnyam













