Panelis terakhir adalah Farizki Maulana Raffiasyah S.M., M.B.A., MSc. Dengan Konsentrasi Financial Technology (FinTech ASBS Glasgow), menyoroti peran blockchain, AI dalam penilaian kredit, dan ekosistem pembayaran digital. “FinTech bukan hanya tentang dompet digital, tetapi efisiensi, inklusi keuangan, dan keamanan data. Mahasiswa harus berani menjelajahi persimpangan antara keuangan tradisional dan teknologi mutakhir.” FinTech bukan hanya tentang aplikasi dompet digital, tetapi tentang efisiensi, inklusi keuangan, dan keamanan data. Mahasiswa yang mengambil peminatan ini harus berani menjelajahi persimpangan antara keuangan tradisional dan teknologi mutakhir,” tegasnya.
Tiga Pilar Konsentrasi di Era Ekonomi Global
Mengusung tiga pilar utama Keuangan, Pemasaran, dan SDM, webinar ini mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar memilih jurusan, tetapi merancang peta karier yang visioner. Para panelis sepakat bahwa lulusan manajemen masa depan harus mampu berpikir lintas fungsi, adaptif terhadap perubahan teknologi, dan memiliki keberanian untuk menapaki jenjang pendidikan serta karier di kancah global. Mereka juga menyoroti pentingnya membangun jejaring internasional dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan multikultural, yang kini menjadi soft skill krusial bagi generasi muda Indonesia. Program magister di Adam Smith Business School, misalnya, tidak hanya mengajarkan teori, tetapi membekali mahasiswa dengan simulasi bisnis nyata, studi kasus lintas negara, dan akses ke jaringan profesional global.













