Hukum

Persidangan Kasus Jiwasraya Bergulir, Kejaksaan Agung Dapat Acungan Jempol

JAKARTA, BEDAnews.com – Kinerja Kejaksaan Agung dalam kasus Jiwasraya mendapat apresiasi. Bahkan pegiat anti korupsi dari Gerakan Jalan Lurus (GJL) Jawa Tengah, memberi acungan jempol untuk Korp Adhyaksa ini.

Riyanta, ketua GJL Jawa Tengah mengatakan, Korps Adhyaksa jangan gentar membongkar mega skandal korupsi di perusahaan plat merah, yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,8 triliun.

“Kejaksaan Agung harus kita dukung untuk itu. Uang yang ada di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) itu adalah uang rakyat. Maka, Kejaksaan Agung wajib menuntaskan pengusutan korupsi ini dengan sejelas-jelasnya. Buka apa adanya. Rakyat mendukung total langkah Kejaksaan. Rakyat bersama kejaksaan,” tutur Riyanta, Sabtu (13/06/2020).

Seperti diketahui, di tengah situasi pandemi Covid-19, sidang perdana kasus ini digelar awal Juni lalu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang perdana tersebut, dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap enam terdakwa.

Enam terdakwa tersebut yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat. Selain itu, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018, Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartomo Tirto.

Dalam kasus ini, penyidik menduga para terdakwa melakukan dugaan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Jiwasraya diduga tidak berhati-hati mengelola keuangan. 

Sejumlah aset milik para tersangka sudah disita seperti mobil mewah hingga sertifikat tanah, di antaranya memblokir 156 bidang tanah milik Benny Tjokro. Selain itu, Kejagung memblokir 35 rekening bank milik 5 tersangka. (M Ridhwan)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close