“Pers daerah memiliki peran strategis. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan ikut mengawal pembangunan di daerah,” ujar Dar Edi Yoga.
Ia menambahkan, keberadaan media profesional justru semakin penting ketika masyarakat menghadapi banjir informasi yang belum tentu seluruhnya memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, transformasi digital seharusnya tidak membuat media mengabaikan prinsip jurnalistik demi mengejar kecepatan maupun popularitas.
Dalam diskusi tersebut, penguatan pers daerah dinilai tidak dapat dilakukan oleh insan pers seorang diri.
Diperlukan kolaborasi antara media, masyarakat, pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar ekosistem pers lokal dapat berkembang secara sehat.













