Aparat kepolisian sejatinya adalah pelayan masyarakat yang wajib membantu dan mengayomi masyarakat di setiap kesempatan. Namun, di dalam sistem demokrasi kapitalis mereka hanya menjadi alat rezim demi melanggengkan kekuasaan. Mewujudkan keamanan seolah menjadi alasan mengawasi rakyat, sebab selama ini ada indikasi kuat rakyat yang menyerukan umat harus kembali kepada syariat dianggap intoleran, sebaliknya Islam moderat dari barat terus digaungkan.
Tidak bisa disalahkan jika ada yang beranggapan bahwa aktivitas pengawasan ini merupakan tindakan memata-matai umat Islam. Tentu hal ini tidak bisa dibenarkan, karena yang seharusnya diwaspadai dan dimata-matai adalah orang-orang kafir dan para pembenci Islam yang tidak pernah lelah mengadu domba umat Islam dan saling mencurigai antara rakyat dengan aparat.











