Hingga hari ini, kasus dugaan ijazah palsu sarjana kehutanan UGM yang dikaitkan dengan Jokowi belum juga menemukan titik akhir, bahkan cenderung mengalami peningkatan eskalasi. Ini tentu menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian semua pihak. Menyelesaikan polemik ini bukan semata tugas pengadilan, tetapi juga tanggung jawab moral pemerintah dan seluruh elemen penegak hukum.
Menanggapi tuduhan tersebut, Jokowi sendiri telah menyatakan bahwa tuduhan itu adalah fitnah yang diulang-ulang tanpa dasar. Ia mengingatkan bahwa UGM telah menegaskan keaslian ijazahnya, dan bahwa rekan-rekan seangkatannya juga mengetahui kebenaran tersebut. Ia pun menyatakan bahwa kewajiban untuk membuktikan ada pada pihak penuduh, bukan pada dirinya sebagai tertuduh.













