Padahal sejarah panjang kejayaan Islam pernah melahirkan pemimpin peminpin tangguh yang berkomitmen penuh mempertahankan tanah Palestina dan melindungi warganya dari serangan Yahudi . Salah satunya adalah Khilafah Sultan Abdul Hamid II, beliau mengingatkan bahwa merupakan bahaya yang sangat besar dengan dibukanya Tanah Palestina untuk Yahudi. Pada tahun 1882, dengan keberaniannya pemerintah Khilafah mengeluarkan dekret yang melarang didirikannya pemukiman permanen Yahudi di Palestina, sekaligus menolak izin perpindahan bangsa Yahudi ke Palestina.
Tokoh zionis Theodor Herzl pada saat itu berusaha membujuk Sultan Abdul Hamid II agar mau mengizinkan kedatangan imigran Yahudi ke Palestina. Pada tahun 1902, delegasi Herzl mendatangi Sultan Abdul Hamid II. Mereka menyodorkan sejumlah tawaran seperti: (1) Memberikan hadiah sebesar 150 juta Pound sterling untuk pribadi Sultan; (2) Membayar semua utang pemerintah Turki Utsmani yang mencapai 33 juta Pound sterling; (3) Membangun kapal induk untuk menjaga pertahanan pemerintah Utsmani yang bernilai 120 juta Frank; (4) Memberikan pinjaman tanpa bunga sebesar 35 juta Pound sterling; dan (5) Membangun sebuah universitas Utsmani di Palestina. Namun, semua tawaran itu ditolak oleh Sultan Abdul Hamid II.













