Sultan pun berkata kepada Herzl, “Sesungguhnya, saya tidak sanggup melepaskan kendati hanya satu jengkal Tanah Palestina. Sebab tanah ini bukan milik pribadiku, melainkan milik kaum muslim. Mereka telah berjuang untuk memperolehnya dengan darah mereka. Silakan Yahudi menyimpan kekayaan mereka yang miliaran itu. Jika pemerintahanku ini tercabik-cabik, saat itu baru mereka dapat menduduki Palestina dengan gratis. Adapun jika saya masih hidup, meskipun tubuhku terpotong-potong, maka itu adalah lebih ringan daripada Palestina terlepas dari pemerintahanku.”
Ketika Khilafah runtuh pada 1924 melalui tangan agen Inggris keturunan Yahudi, Mustafa Kemal, Yahudi dengan segera mulai mendekati Palestina, hingga berani melakukan perampasan dan serangan serangan penghancuran di bumi Gaza Palestina. Derita Palestina tak pernah usai karena tak lagi memiliki perisai.













