Garut, BEDAnews
Pihak KPH Perhutani Garut menghimbau para petani di Garut agar beralih tanam bukan jenis sayur-sayuran, tetapi beralih tanaman tahunan seperti buah-buahan atau kopi. Pasalnya, lahan seluas 3.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, rawan longsor.
“Kisaran ada 3.000 hektare lahan yang ditanam tamanan bukan seharusnya tapi tanaman musiman," kata Kepala Urusan Hukum Agraria, dan Kehumasan, Perhutani Garut, Jaenal Abidin, Sabtu (27/4/2013).
Jika masyarakat terus mempertahankan pola tanam jenis sayuran, Jaenal khawatir bencana longsor sewaktu-waktu terjadi seperti di kawasan Puncak Lancang, Kamojang, Kecamatan Samarang, menimbun tiga orang petani saat berkebun di lereng.
Ia mengungkapkan masyarakat yang masih bertahan menanam jenis sayuran itu, kata Jaenal, di antaranya daerah Bayongbong, Pasirwangi, Kamojang, Cisurupan dan Cikuray serta sejumlah daerah lainnya wilayah Garut selatan.
Kata Jaenal, sudah mensosialisasikan dan mengajak masyarakat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk beralih tanam bukan jenis sayur-sayuran. “Pembinaan, pengarahan sudah dilakukan dengan kelembagaan yaitu LMDH agar kawasan hutan itu jangan ditanami sayuran," katanya.
Agar bencana longsor tidak terjadi kembali didaerah lainnya di Garut, Jaenal berharap masyarakat mau bekerjasama dan beralih tanam pada tanaman yang mampu mencegah terjadinya longsor. (Sighar)











