Namun, alasan ini menimbulkan keraguan. Pertama, keputusan untuk mengganti kepala lembaga strategis seperti BIN di penghujung masa jabatan bukanlah langkah biasa. Secara politik, hal ini mengisyaratkan adanya upaya untuk memastikan kendali atas lembaga intelijen selama masa transisi. Kedua, mengingat hubungan dekat Budi Gunawan dengan elite politik dan Megawati Soekarnoputri, pemberhentian ini memunculkan spekulasi tentang friksi internal di antara tokoh-tokoh penting dalam lingkar kekuasaan.
*Analisis Dibalik Pergantian Kepala BIN*
Badan intelijen memiliki peran sentral dalam mengelola informasi strategis dan keamanan nasional. Pergantian Kepala BIN menjelang serah terima kekuasaan bisa menjadi cara Jokowi untuk memastikan kontrol informasi dan stabilitas selama masa transisi tidak terganggu. Langkah ini dapat mengamankan kepentingan politiknya hingga akhir dan mencegah potensi bocornya informasi strategis kepada aktor-aktor baru dalam pemerintahan Prabowo.













