Ia juga menekankan bahwa, tantangan di Papua masih cukup kompleks, mulai dari tingginya kasus HIV dan malaria, hingga rendahnya capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di sejumlah daerah.
“Data menunjukkan bahwa, beberapa provinsi di Papua masih menjadi penyumbang kasus HIV tertinggi secara nasional dan memiliki wilayah endemis malaria tinggi. Selain itu, capaian SPM untuk layanan TB dan HIV di sejumlah Kabupaten/Kota masih belum mencapai target nasional. Kondisi ini membutuhkan langkah percepatan yang lebih terarah dan kolaboratif,” tambahnya.
Pada forum tersebut, dibahas pula pentingnya penguatan dan sinergitas lintas sektor, termasuk dukungan TNI, Polri dan dunia usaha dalam penanggulangan ATM dan kusta.













