Bandung, BEDAnews
Kawanan rampok bersenjata api kembali beraksi di siang bolong di kota Bandung. Kali ini perampok menyatroni sebuah rumah di Jalan Cigadung Indah No. 68 Rt. 5 Rw 6 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeuying Kaler, Jumat (20/4) sekitar jam 12.30 siang. Meski tak ada harta yang dibawa kabur, namun seorang pemilik rumah yang merupakan anak Guru Besar Unpar, Profesor Koerni diduga kena tembak.
Dari keterangan yang berhasil dikumpulkan, perampokan ini terjadi saat rumah dalam keadaan kosong dan ditinggal oleh pembantu ke warung. Ketika kembali kerumah, Sri, pembantu dirumah tersebut, melihat dari kejauhan pintu garasi sudah terbuka dan di depan rumah terparkir dua motor merah dan hitam.
Sri sempat mendengar percakapan komplotan perampok tersebut, yang kemudian buru-buru melarikan diri. “Saya sempat dengar seorang yang di motor bilang, cepet ada orang dan dari dalam rumah lari seorang dan langsung naik motor serta kabur ke arah Jalan Cigadung Raya," papar Sri, kepada wartawan, di lokasi.
Sri kemudian langsung menghubungi majikannya dan tak lama dua anak majikannya datang yakni Harry Daka Murti dan Danan Daka. Mereka langsung menelusuri kawasan jalan Cigadung Raya untuk mencari para pelaku.
Harry dan Danan kemudian berinisiatif mencari para perampok dan akhirnya bertemu di Jalan Raya Cigadung Barat atau tepatnya di depan Cafe Teras. Keduanya pun langsung cekcok dengan para pelaku yang berjumlah empat orang dan dua di antaranya langsung menodongkan pistol. "Saya langsung angkat tangan, sedangkan Harry malah melawan. Akibatnya Harry pun ditembak di rusuk kirinya dan nembus ke rusuk kanan," papar Danan, kakak korban.
Sementara itu, Kapolsek Cibeunying Kaleer, Kompol Suhartono saat dihubungi membenarkan percobaan perampokan dan penembakan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap 4 orang kawanan perampok tersebut.
"Iya, satu orang korban. Kejadiannya sekitar jam setengah satu, usai jumatan. Korban dibawa ke rumah sakit Borromeus. Kami masih selidiki," ujar Kapolsek Cibeunying Kaler Kompol Suhartono saat dihubungi lewat telepon. (Lanie)











