Pasca-Pilpres, sejumlah partai yang sebelumnya berada di luar pemerintahan mulai merapat. PKB, yang semula mendukung Anies-Muhaimin, kini telah bergabung dan mendapatkan kursi menteri. PKS menyatakan dukungan bersifat programatik, meski belum mendapat posisi di kabinet. NasDem pun bersikap akomodatif terhadap pemerintahan baru tanpa meminta jatah kekuasaan. Di sisi lain, partai-partai kecil non-parlemen seperti PPP, Hanura, dan Perindo menyatakan dukungan terbatas terhadap program-program pemerintah.
Di tengah dinamika tersebut, hanya PDIP yang belum secara resmi menentukan posisinya: bergabung dengan pemerintahan atau menjadi oposisi. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang tidak mengenal oposisi secara formal, PDIP memiliki ruang strategis untuk memainkan peran sebagai kekuatan penyeimbang.













