Kesadaran tentang kematian bukan alasan untuk kehilangan semangat. Sebaliknya, ia seharusnya membuat kita lebih bijaksana dalam menggunakan waktu.
Selama masih diberi kesehatan, kita dapat menanam kebaikan. Kita dapat membantu tetangga yang mengalami kesulitan, mendukung pendidikan anak-anak, mendampingi generasi muda, memperkuat kehidupan masyarakat, dan berbagi pengalaman tanpa harus menuntut penghargaan.
Kita juga dapat belajar dari para petani. Mereka menanam benih, merawat tanah, menghadapi cuaca yang tidak selalu bersahabat, dan menunggu hasil dengan kesabaran. Tidak semua benih menghasilkan panen sebagaimana yang diharapkan. Namun, mereka tetap bekerja karena memahami bahwa hasil yang baik memerlukan ketekunan.
Begitu pula kehidupan kita. Selama berdinas, kita telah menanam benih pengabdian. Sebagian tumbuh menjadi prestasi, sebagian memberi manfaat bagi orang lain, dan sebagian lagi mungkin tidak pernah kita ketahui hasilnya.













