Pada akhirnya, tidak ada pangkat yang dapat menggantikan ketulusan iman. Tidak ada jabatan yang dapat membeli pengampunan. Dan tidak ada penghargaan duniawi yang membebaskan kita dari pertanggungjawaban di hadapan-Nya.
Semakin dekat seseorang dengan akhir perjalanan hidupnya, semakin penting baginya untuk memastikan bahwa kebesaran masa lalu tidak membuatnya lupa kepada Tuhan yang memberinya kesempatan untuk mencapai semua itu.
*Di Bawah Ada Tanah: Tidak Ada Manusia yang Terlalu Tinggi*
Pesan kedua ayah saya adalah, di bawah ada tanah.
Tanah tidak bertanya berapa bintang yang pernah tersemat di pundak kita. Tanah tidak membedakan seseorang karena jabatan, kekayaan, atau luasnya pengaruh yang pernah dimiliki. Ia mengingatkan kita akan kenyataan sederhana: kehidupan manusia terbatas, dan tidak seorang pun dapat membawa kedudukan duniawinya melampaui batas kehidupan.













