“Pasar tradisional memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan berinteraksi langsung dengan jutaan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, perubahan perilaku di lingkungan pasar akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan sampah plastik sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Peran Perumda Pasar Jaya dinilai sangat strategis, karena mengelola sekitar 153 pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Jaringan pasar tersebut menjadi sarana yang efektif untuk mengedukasi pedagang dan konsumen agar membiasakan penggunaan tas belanja ramah lingkungan, mengurangi plastik sekali pakai, serta melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Sementara itu, Plt. Deputi PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Laksmi Widjajayanti mengatakan, Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah per hari, sehingga diperlukan strategi pengelolaan sampah yang terpadu dari hulu hingga hilir.













