Menurutnya, penerapan teknologi Waste to Energy (WtE) merupakan salah satu solusi penting karena mampu mengolah residu sampah menjadi energi listrik. Namun demikian, WtE bukanlah satu-satunya solusi dalam pengelolaan sampah.
“Ada kebijakan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui Waste to Energy. Namun, teknologi ini hanya menyelesaikan sebagian persoalan. Diperkirakan sekitar 24 persen permasalahan sampah dapat ditangani melalui pendekatan tersebut,” kata Laksmi.
Karena itu, lanjutnya, pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang tetap menjadi fondasi utama dalam sistem pengelolaan sampah nasional.
Senada dengan itu, Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Erma Putri mengatakan, sampah plastik harus mendapat perhatian serius karena selain mencemari lingkungan, juga berpotensi mengancam kesehatan manusia melalui pencemaran mikroplastik.













