HeadlineRegional

Pengalaman Pahit Warga Pangkalan Antar Pasien Usus Buntu Diisolasi 2 Minggu

Cirebon, BEDAnews.com – Rumah sakit dan Puskesmas  di Jawa Barat hendaknya lebih berhati-hati dalam menetapkan status pasien yang dirujuk oleh masyarakat karena sakit, jangan sampai pengalamn pahit yang dialami masyarakat Desa Pangkalan Kecamatan Pangkalan Kabupaten Cirebon terulang.

Saran ini bukan saja ditujukannya kepada Rumah sakit maupun Puskesmas di Kabupaten Cirebon saja melainkan semua Rumah sakit maupun Puskesmas di Jawa Barat.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady kepada BEDAnews.com melalui telephon selulernya, Kamis (9/7/2020), saat menyerap aspirasi di daerah pemilihannya, Kabupaten Cirebon, Kab. Indramayui danm Kota Cirebon   dari tanggal 1 hingga 10 juli 2020.

Disebutkannya, empat orang warga Desa Pangkalan Kecamatan Pangkalan Kabupaten Cirebon tempatnya melaksanakan kewajiban reses, mengalami pengalaman pahit, ketika mengantar tetangganya yang sakit usus buntu hingga meninggal di rumah sakit karenanya.

Mereka yang melihat kejadian tersebut dan mengantarnya ke Rumah Sakit, sepulangnya harus diisolasi selama 2 minggu karena pasien dinyatakan maninggal akibat covid-19.

Ketua RW dan beberapa masyarakat di sana tidak menerima kejadian atas pengisolasian tersebut. Mereka  secara spontan melakukan demo ke Puskesmas dan rumah sakit. Untung saja tidak ada kejadian yang tidak diharapkan seperti yang terjadi di kota-kota lain di Indonesia.

Yang sangat disayangkan, kata Daddy, setelah beberapa hari kemudian, ternyata pasien yang meninggal tersebut dinyatakan, meninggal akibat penyakit usus buntu.

Atas peristiwa tersebut, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat ini ini meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Kasihan masyarakat. Mereka demo untuk hak-hak yang tidak semestinya terjadi.  Hal semacam ini sangat berbahaya. Bisa kacau negeri ini kalau sering-sering kejadian begitu,” tegas Daddy. @hermanto

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close