Perlu dicatat bahwa sejak lama TPST Bantargebang berada dalam kondisi kritis karena terus-menerus menampung sampah dari Jakarta sekitar 7.000 hingga 8.000 ton per hari. Diketahui bahwa tumpukan sampah di sejumlah zona juga telah mencapai ketinggian lebih dari 50 hingga 60 meter.
Dalam kondisi seperti itu, pola pengelolaan sampah secara konvensional sudah tidak lagi memadai. Karena itu, perlu percepatan penggunaan teknologi pengolahan sampah modern, pemilahan sampah sejak dari rumah, serta pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terbarukan dan juga listrik.
Di Jakarta sendiri sudah terdapat fasilitas RDF yang menghasilkan bahan bakar alternatif penganti batu bara. Prosesnya telah berjalan dan terus dilanjutkan peningkatan kapasitasnya untuk mencapai hasil yang optimal. Sementara itu, pembangunan ITF Sunter yang diharapkan dapat mengolah sampah menjadi listrik saat ini masih mengalami penundaan.













