HeadlineRegional

Penanganan Banjir Citarum Sudah Ada Hasilnya

Bandung, BEDAnews.com – Masalah banjir yang jadi persoalan utama dalam panganan Citarum, saat ini  sudah terlihat ada jawabannya, setelah ada terowongan nanjung, tidak ada banjir yang berkepanjangan di kawasan Bandung raya.

Demikian disampaikan ketua harian Satgas PPK DAS Citarum. Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim kepada wartawan dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) #59 dengan tema penanganan Banjir Citarum, dalam Program yang dilaksanakan Biro Humas dan protokol Setda Prov Jabar di Lobby Lokantara Gedung Sate Bandung, Kamis (16/1/2020).

Tampil sebagai nara sumber, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim – ketua harian Satgas PPK DAS Citarum, Dr. Ir. Prima mayaningtias, Sekretaris DLH Jabar, Linda Al Amin, S.T., M.T – Kadis SDA Jabar, Bambang Hidayah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Dedi Hendrawan – Kabid PDAS Dishut Jabar. 

“Para Dan sektor telah melakukan aktivitas kegiatannya, dan ini juga sudah kelihatan tadi sudah disampaikan, bahwa banjir yang jadi persoalan, sepintas sudah ada jawaban setelah ada terowongan nanjung, tidak ada banjir yang berkepanjangan. Ada persoalan lain yang diselesaikan baik itu penggalian sedimen, pelebaran sungai, itupun mempercepat aliran sungai sehingga tidak terjadi banjir dan pemampatan,” ujar Dedi yang membawahi 23 Komandan sektor dan 7 kelompok kerja..

Nara sumber Sekretaris Dinas Lingkungan hidup (DLH) . Dr. Ir. Prima Mayaningtias, yang dinasnya merupakan posko operasional satgas Citarum menyebutkan, DLH posisinya dalam satgas citarum bertugas sebagai ketua harian sekretariat citarum jadi operator operasionalisasi dari posko satgas citarum  itu adalah DLH,  kami mensupport ketua harian  Pak Gubernur dan mempasilitasi bantuan pokja yang ada, kabupaten kota kemudian stake holder yang lain.  Kami sebagai sekretariatnya.

“Lingkungan hidup sebagai sesuatu yang boderles ga dibatasi wilayah administrasi sehingga kita mencoba  bagimana mensinergi semua program kegiatan di provinsi pusat maupun kabupaten kota,  dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Sementara Kadis Sumber daya Air Prov Jabar. Linda Al Amin, S.T., M.T. menyebutkan, Untuk Citarum ini Alhamdulilah  memasuki Januari ini sudah jauh berkurang dengan digunakan terowongan curug jompong mengurangi banjir yang selama ini terjadi. Untuk tahun 2020 ini  Dinas SDA menuntaskan program-program yang tersisa. Secara keseluruhan program program Citarum hulu sudah selesai.

“Kita ini tinggal penanganan masalah masalah non teknisnya dilakukan.  Tahun 2021 kita akan mulai ke Citarum hilir, untuk tangani banjir di karawang, program di bekasi  membangun bendungan Cibeet,  lokasinya memang di Kab. Bogor tetapi untuk penanganan banjir di karawang dan Bekasi,” ujarnya.

Ditambahkannya, sungai ini merupakan kewenangan pusat, kita bekerjasama dalam penanganan darurat, itu tidak bisa saling tunggu dengan pusat, jadi ketika ada kejadian darurat (banjir) kita sdh siap menanganani kami ada uptd yang bisa menginventarisasi dan menilai langsung bagaimana kerusakkan akibat ada banjir dan kita langsung melakukan penanganan darurat.

Terkait dengan Banjir di daerah Karawang dan Bekasi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane  Bambang Hidayah, menyebutkan, sekarang itu kondisi bekasi sudah agak berubah, kalau dulu Ciliwung itu lebih duluan banjir sekarang kali bekasi yang duluan banjir.

“Dari permasalahan yang kami amati ternyata memang sudah lebih dari 20 tahun kali bekasi ini  belum pernah dikeruk. Itu masalahnya. Yang ada sekarang hanya penanganan hot spot. Beberapa tempat saja ditangani, jadi secara sistem ini belum pernah ditangani”.sebutnya.

Nara sumber terakhir Kabid PDAS Dishut Jabar Dedi Hendrawan menyebutkan, dari 682rb ha Luas Das (daerah aliran sungai) Citarum, ini lahan kritisnya sesuai dengan penanganannya ada 199 rb ha,  dibagi dalam bbrp  sop masing opd, pertanian 88 rb ha, perkebunan 1700 ha,  dishut sendiri 45 rb ha. Sedangkan  di hulu das Citarum ada 77 rb ha luas lahan kritis, 15 rb ha ha di dalam kawasan penanganannya sudah dilaksanakan bersama TNI, kementrian dan masyarakat, dan rehabilitasi di dalam kawasan sdh dilaksanakan +/- 12rb ha. Sisanya 3rb ha tahun 2020 , karena terbatas anggaran akan dilaksanakan 500.  Yang diluar kawasan 62 rb ha. kita baru 600 ha ini kecil sekali.  kalau seribu ha saja pertahun baru akan terselesaikan 62 tahun.

“Agar tahun 2020 ini ada action yang lebih nyata. Kita telah mengundang Dan sektor, dan  beberapa OPD.  Melalui kegiatan penanaman 25 juta pohon seperti yang dicanangkan Gubernur, berdasarkan pada perhitungan kami bahwa dengan 25 juta itu akan dapat menutupi lahan kritis di das Citarum,” pungkasnya. @hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close