Cimahi, BEDAnews
Diduga dilakukan peta konflik terkait pemeriksaan Sekda Kota Cimahi Encep Saefulloh, oleh tim yang diketuai Asisten Pemerintahan HM Suryadi. Ketua LSM Gemillang H. Barkah Setiawan mengatakan, Sekda Kota Cimahi Encep Saefulloh dinilai telah didzolimi terkait pemeriksaan itu.
“Kami nilai dengan pemeriksaan Sekda oleh tim yang dibentuk walikota Cimahi, merupakan bentuk kedzoliman dan intimidasi yang dilakukan kepada Sekda,” ujar Barkah, Selasa (15/5).
Dikatakan Barkah, selain sebagai bentuk pendzoliman kepada sekda, pemeriksaan oleh tim juga dinilai sebagai bentuk peta konflik di tubuh PNS Pemkot Cimahi. Sebab, tak sepantasnya seorang Sekda diperiksa oleh para bawahannya, ini merupakan bentuk arogansi yang dilakukan terhadap seorang Sekda.
“Jikapun akan dilakukan pemeriksaan terhadap Sekda, seharusnya dilakukan oleh walikota atau wakil walikota, apakah karena bersangkutan akan mencalonkan diri sebagai walikota ?,” ujarnya bertanya.
Perlakuan adil harus dilakukan oleh tim pemeriksa, karena ada indikasi penggunaan dana APBD Kota Cimahi dan keterlibatan para pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi dalam mensosialisasikan salah satu bakal calon walikota.
Hal itu nampak dengan pemasangan spanduk atau baligo bergambarkan balon walikota yang tersebar di kelurahan kelurahan dalam waktu berbulan-bulan. “Tim pemeriksa juga harus memeriksa dugaan keterlibatan para PNS yang diduga menggiring masyarakat untuk mendukung balon tertentu, apalagi dengan dana APBD ini baru dikatakan adil,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Pemeriksa yang juga Asisten Pemerintahan HM Suryadi membenarkan telah melakukan pemeriksaan Sekda Kota Cimahi, berdasarkan surat bernomor 700/1534/BKD tanggal 4 Mei 2012. Suryadi diberi tugas oleh walikota untuk melakukan pemeriksaan Sekda Kota Cimahi. (M.Fachry)











