Teknologi AI itu sendiri merupakan bentuk simulasi dari kecerdasan manusia yang diprogramkan pada suatu mesin atau komputer sehingga mampu mengolah data dan berpikir seperti otak manusia bahkan lebih.
Menurut Wenseslaw, teknologi AI, seperti alat untuk pembuatan konten dan analisis data telah digunakan di newsroom secara global, termasuk di Asia Tenggara untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam produksi berita.
Mayoritas jurnalis, lanjutnya, melihat dampak AI pada profesi mereka secara positif. Manfaat yang diakui termasuk proses penulisan yang lebih efisien dan transkripsi serta penterjemahan yang jauh lebih cepat.
Namun, ada kekhawatiran terkait gangguan pekerjaan dan pertimbangan etika, dimana integrasi AI memunculkan pertanyaan etika, terutama terkait penilaian dan kreativitas manusia, transparansi dalam penggunaannya serta bias dalam konten yang dihasilkan AI.












