Berdasarkan jenis kelamin, penduduk lelaki lebih banyak daripada perempuan di Jabar. Pada SP2020, jumlah lelaki sebanyak 24,51 juta orang (50,77%), sedangkan perempuan 23,76 juta (49,23%).
Jika kita kaitkan semua data tersebut dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT), akan membuat kita miris. Betapa tidak, hingga akhir 2022 Jabar menjadi provinsi dengan TPT tertinggi secara nasional. Dengan TPT 8,31%, berarti setidaknya ada sekitar 4 juta pengangguran di Jabar. Itu pasti mayoritas generasi muda. Padahal, angka tersebut sudah hasil mereduksi 1,51% TPT pada tahun sebelumnya.
Problem lainnya adalah nilai tukar petani (NTP) yang hanya 99,75%. Artinya, para petani Jabar masih rugi secara ekonomis jika hanya mengandalkan hasil dari pertanian yang mereka geluti. Padahal, hampir 70% penduduk Jabar adalah petani. Dua indikator terakhir itu pada akhirnya secara akumulatif terlihat dari persentase penduduk miskin yang 7,98%.













