“Uang membeli waktu. Waktu adalah satu-satunya hal yang berharga di dunia ini. Bagi saya, itulah arti uang. Uang berarti lebih banyak waktu dan kebebasan. Kami sekarang mau melihat tanahnya (lahan miliknya). Kami dapat pengawalan polisi agar bisa menghemat waktu. Lalu, saya bisa mengecek tanahnya,” kata Julian.
Dia menghadapi rumor tidak menyenangkan terkait status legalitasnya. Ia diduga hanya memiliki visa kunjungan Electronic Visa on Arrival (e-VOA), yang seharusnya tidak memperbolehkan aktivitas bisnis. Jika benar, tindakan Julian berpotensi melanggar aturan keimigrasian.
Mengomentari klaim bule itu, warga setempat mengingatkan agar menjadi perhatian serius bagi instansi terkait bila memang benar bule bisa membeli tanah dan berbisnis hanya modal visa kunjungan. (Red).













