Oleh: Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
Agustus kembali datang. Tiang-tiang bambu berdiri di depan rumah. Merah Putih berkibar di setiap sudut negeri. Jalan-jalan dipenuhi umbul-umbul, media sosial sesak oleh ucapan kemerdekaan, dan pidato-pidato tentang nasionalisme kembali menggema.
Namun saya ingin bertanya dengan jujur.
*Untuk siapa sebenarnya bendera itu kita pasang?*
Apakah untuk menghormati jasa para pahlawan, atau sekadar memenuhi tradisi tahunan?
Sebab di saat Merah Putih berkibar megah, harga kebutuhan pokok terus menekan rakyat. Petani masih kesulitan memperoleh pupuk, nelayan menghadapi biaya operasional yang semakin mahal, buruh bekerja keras dengan daya beli yang terus menurun, sementara hukum masih sering dipersepsikan lebih tajam kepada mereka yang lemah daripada kepada mereka yang berkuasa.













