*Ketika Pangan Menjadi Senjata Geopolitik*
Jika pada masa Soedirman logistik menentukan hidup-matinya pasukan gerilya, maka pada abad ke-21 pangan telah menjelma menjadi instrumen geopolitik yang menentukan posisi suatu bangsa dalam percaturan dunia.
Perang Rusia-Ukraina memberikan pelajaran yang mahal bagi dunia. Konflik yang terjadi di kawasan Laut Hitam tidak hanya menghasilkan dampak militer dan politik, tetapi juga mengguncang pasokan gandum dan pupuk global. Harga pangan melonjak, inflasi meningkat, dan banyak negara menghadapi ancaman kerawanan pangan.
Perubahan iklim memperumit situasi tersebut. Kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Dalam kondisi demikian, banyak negara mulai membatasi ekspor komoditas strategis untuk mengamankan kebutuhan domestik mereka.













